BUMI DATAR DAN BENDA JATUH

BUMI DATAR DAN BENDA JATUH
by : Azrul Azwar
Dosen Fisika Teori Universitas Tanjungpura Pontianak


Bagi pendukung bumi datar, video Flat Earth yang beredar di Youtube itu sudah seperti “kitab suci” yang “laa raiba fiihi” (Tak ada keraguan di dalamnya). Setiap yang membantah selalu dibilang : “coba tonton dulu videonya sampai selesai, agar tercerahkan … :D “. Pertanyaan saya adalah apakah “hanya” dengan bermodalkan video tersebut lalu kita punya “wewenang” untuk menghakimi ribuan buku teks, sekian banyak jurnal ilmiah, dan pengorbanan para ilmuwan lalu mengatakan itu semua salah ? konspirasi jahat dan lain sebagainya ?

Saya tidak mempermasalahkan orang untuk mempertanyakan dan menguji kembali kebenaran konsep bumi bulat, bahkan saya sangat senang jika kita memang benar2 serius untuk mengembangkan metodologi (sains dan teknologi) pendukung pengamatan tersebut. Yang saya permasalahkan dari video Flat Earth tersebut adalah “pemutar-balikan fakta” dimana “kebohongan” dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat ilmiah plus ditambah dengan bumbu – bumbu konspirasi yang membuat “galau” para penontonnya.
Apakah buku teks, jurnal ilmiah dan para ilmuwan itu terjamin kebenarannya ? Jawabannya tidak juga, misalnya teori Eter untuk perambatan cahaya yang ternyata salah dan ditunjukkan kekeliruannya melalui Eksperimen Michelson-Morley. Namun, satu hal yang harus kita pahami bersama bahwa buku teks, jurnal ilmiah dan para ilmuwan itu memiliki semacam “mekanisme” untuk menghakimi kebenaran suatu fakta sains (yang dikenal sebagai metode ilmiah) sehingga kebenarannya lebih dapat dipertanggung jawabkan dibandingkan dengan video Flat Earth yang hanya berisi potongan-potongan informasi yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat ilmiah.
Baik, saya tidak akan membahas video Flat Earth secara keseluruhan. Dalam tulisan ini saya hanya ingin menunjukkan salah satu contoh bahwa kebenaran yang ada dalam video Flat Earth itu tidak dapat dipertanggung jawabkan. Saya tidak akan jauh2 membahas hal yang rumit apalagi terkait konspirasi sionis dan mamarika, cukup hal – hal yang kita amati sehari – hari saja yaitu konsep benda jatuh, maklumlah level fisika saya kan masih di sekitar buku Halliday-Resnick terjemahan Pantur Silaban (hehehehhe …. Legendaries banget ya buku itu), dengan kata lain saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya belum pernah belajar secara intensif mekanika benda langit, astronomi bola, persoalan benda banyak dan lain sebagainya. Meskipun sederhana, konsep ini merupakan salah satu konsep revolusioner yang telah mengubah wajah sains.
Para pendukung bumi datar pada umumnya tidak percaya dengan teori Gravitasi, baik itu teori gravitasi Newton maupun Einstein. Akibatnya adalah mereka harus mencari alasan kenapa benda bisa jatuh. Bagi yang percaya gravitasi tentu sangat mudah menjawab bahwa benda jatuh itu karena adanya gaya gravitasi yang menariknya ke pusat bumi. Tapi bagi pendukung bumi datar yang tidak percaya gravitasi harus mencari alternatif lain untuk menjelaskan fenomena tersebut. Nah, di video Flat Earth itu mereka memberikan penjelasan tentang penyebab benda jatuh tersebut, yaitu menggunakan prinsip Archimedes. Mereka memberikan contoh bagaimana ada benda yang bisa mengapung dan tenggelam dalam air. Dengan konsep tersebut akhirnya mereka berkesimpulan bahwa benda jatuh itu disebabkan karena berat jenisnya.
Sekarang mari kita analisis dimana letak kekeliriuan argumen di atas.
Pertama, hukum Archimedes itu menyatakan bahwa setiap benda yang berada dalam Fluida akan mengalami gaya angkat ke atas sebesar massa fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Dari sini kita bisa pahami bahwa gaya yang muncul dari prinsip Archimedes adalah gaya yang arahnya ke atas (biasanya dikenal juga sebagai gaya angkat), nah lohh…. Kalau arah gaya nya ke atas gak nyambung dong dengan fenomena benda jatuh, karena jika arah gayanya ke atas maka benda akan cendrung terangkat ke atas bukan jatuh ke bawah. Artinya menjelaskan benda jatuh adalah sebuah pemutar balikan fakta.
Kedua, jika benda jatuh itu karena berat jenisnya, maka kecepatan jatuh dari tiap benda akan berbeda. Besi yang berat jenisnya besar akan jatuh dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan bulu yang berat jenisnya lebih kecil. Apakah memang demikian ? Coba kita saksikan video eksperimen berikut. Di video tersebut terlihat jelas bahwa jika pengaruh gesekan udara dihilangkan (dengan cara memvakumkan ruang), maka besi dan bulu akan jatuh dengan kecepatan yang sama. Kenapa pengalaman kita sehari-hari menjunukkan besi akan jatuh lebih cepat dibanding bulu ? Hal itu terjadi karena pengaruh gesekan udara. Jika gesekan udara dihilangkan dengan memvakumkan ruangan seperti eksperimen tersebut, maka besi dan bulu akan jatuh secara bersamaan.
Dari sini kita bisa menunjukkan bahwa video flat earth itu telah memutar balikkan fakta dan mengemas potongan – potongan informasi secara serampangan untuk menggiring penonton mempercayai argument mereka.
Masih percaya dengan video Flat Earth ?


https://www.youtube.com/watch?v=E43-CfukEgs

No comments for "BUMI DATAR DAN BENDA JATUH"