JIKA BUMI BEROTASI (BERPUTAR), MENGAPA KITA TIDAK TERLEMPAR ?

JIKA BUMI BEROTASI (BERPUTAR), MENGAPA KITA TIDAK TERLEMPAR ?
by : Azrul Azwar
Dosen Fisika Teori Universitas Tanjungpura Pontianak


Ada satu pertanyaan yang sering diajukan oleh pendukung bumi datar : “jika bumi ini berputar, mengapa kita tidak terlempar ke luar? Padahal kecepatan rotasi bumi itu sangat tinggi mencapai 1600 an kilometer per jam”. Sekilas hal ini akan mengusik keyakinan kita tentang konsep bumi berputar ...., "apa iya bumi berputar ?"
Baik …. mari kita coba kita ingat - ingat lagi pelajaran fisika kita. Apa sesungguhya yg menyebabkan orang terlempar ketika berada dalam gerak berputar/melingkar ? Jawabannya adalah karena orang tersebut merasakan gaya sentrifugal *). Besarnya gaya sentrifugal bergantung pada kuadrat kecepatan putar berbanding terbalik radius (jari –jari) putarannya, secara matematis ditulis F = mv^2/R. Artinya semakin cepat putaran gaya sentrifugal semakin besar (semakin mudah terlempar) dan semakin besar jari – jari gaya sentrifugal akan semakin kecil (semakin sulit terlempar).

Nah sekarang “let’s do some math”, mari kita coba hitung, seberapa besar gaya sentrifugal akibat rotasi bumi. Untuk itu kita butuh beberapa data :
1. Kecepatan rotasi bumi = 1.674,4 km/jam = 465,1 m/s (sumber Wikipedia) m
2. Jari – jari bumi di khatulistiwa = 6.378,1 km = 6.378.100 m (sumber Wikipedia)
3. Asumsikan massa orang = 100 kg (asumsi orangnya lebih gendut dari saya)
Dengan data – data di atas kita bisa menghitung berapa besarnya gaya sentrifugal yang dialami oleh seseorang bermassa 100 kg
F = mv^2/R = (100 kg) x(465,1 m/s)^2 / (6.378.100 m) = 3,39 N
Nah bandingkan dengan gaya tarik gravitasi pada orang tersebut
F = mg = 100 kg x 9,8 m/s = 980 N
Berapa persen pengaruhnya = 3,39/980 x 100 % = 0,35 %
Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa gaya sentrifugal yang membuat kita terlempar itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan gaya tarik bumi itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan kita tetap berada di bumi dan tidak terlempar ke angkasa.
Selain itu nilai gaya sentrifugal yang sangat kecil ini (gak nyampai 1 % bro …. ) pula lah yang menyebabkan kita “tidak merasakan” adanya rotasi bumi.
Apakah efek rotasi bumi yang sangat kecil itu benar-benar tidak teramati ? Tidak juga, ada beberapa fenomena yang menunjukkan efek dari rotasi bumi, diantaranya adalah munculnya gaya Corriolis. Gaya ini masih “serumpun” dengan gaya sentrifugal, tapi jika gaya sentrifugal bekerja pada benda yang diam relatif terhadap bumi, gaya Corriolis bekerja pada benda yang bergerak relative terhadap bumi. Contohnya adalah gerakan angin global. Jika bumi tidak berotasi maka angin akan bergerak lurus dari utara ke equator, namun akibat adanya rotasi bumi, angin dari utara tersebut di belokkan ke kanan (timur). Fenomana pembelokan angin akibat rotasi bumi inilah yang biasanya di kenal sebagai hokum Buys Ballot.
NB : gaya sentrifugalnya saya kasih tanda bintang, karena sebenarnya perlu penjelasan yang agak panjang tentang konsep gaya sentrifugal ini

No comments for "JIKA BUMI BEROTASI (BERPUTAR), MENGAPA KITA TIDAK TERLEMPAR ?"