MEMBUKTIKAN BUMI BULAT DENGAN MENGGUNAKAN WAKTU SHALAT ZUHUR
MEMBUKTIKAN BUMI BULAT DENGAN MENGGUNAKAN WAKTU SHALAT ZUHUR
By. Azrul azwar

Mungkinkah kita menunjukkan bahwa bumi itu bulat dengan cara yang sederhana? Ya sangat mungkin, yaitu dengan melakukan percobaan seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes (276 SM – 194 SM) . Lohhh … udah ada to yang menunjukkan bahwa bumi bulat jauh sebelum NASA didirikan ? (konon katanya virus bumi bulat ini disebarkan oleh NASA untuk mendukung bisnis para elit global). Ya sudah kembali ke fokus bahasan. Apa yang dilakukan oleh Eratosthenes? Dia membandingkan bayangan tongkat pada dua kota yang berbeda. Nah hal itulah yang akan kita tunjukkan dengan memanfaatkan waktu shalat zhuhur
Berdasarkan hadits waktu zhuhur itu masuk ketika matahari mulai tergelincir dari atas kepala (biasanya diambil ketika matahari telah melewati 4 derajat di atas kepala). Dengan kriteria ini kita bisa menentukan besar jari – jari dan keliling bumi. Untuk keperluan ini saya akan mengambil kota Pontianak dan Kota Bonjol di Sumatera Barat sebagai dua titik eksperimen, karena kedua kota tersebut tepat berada di garis khatulistiwa (jadi tidak perlu ada koreksi garis lintang geografis). Berdasarkan data tanggal 1 sept 2016, masuk waktu zhuhur di Pontianak adalah pukul 11.45, dan masuk waktu zhuhur di kota Bonjol adalah pukul 12.21. Jadi selisih waktu zhuhur kota Pontianak adalah 12.21 – 11.45 = 36 menit, artinya matahari telah “bergerak” selama 36 menit. Berdasarkan jadwal waktu shalat, pada hari itu matahari terbit pukul 05.38 dan terbenam pukul 17.58, artinya untuk menempuh jarak 180 derajat (setengah kali kali mengelilingi bumi) diperlukan waktu 12 jam 20 menit atau sama dengan 740 menit. Jika 180 derajat membutuhkan waktu 740 menit maka dalam waktu 36 menit matahari akan menempuh jarak 9 derajat = 0,15708 radian. Dari Google Map, jarak antara kota Pontianak dan kota Bonjol adalah 1.013,95 km, maka dengan persamaan lingkaran, jari-jari = jarak/sudut = 1.013,95 km/0,15708 rad akan diperoleh jari – jari bumi sebesar 6.455,006 km dan keliling bumi sebesar 2 x pi x jari-jari = 40.558 km. Hasil ini sangat dekat dengan nilai sesungguhnya yaitu jari – jari = 6.378,1 km dan keliling = 40.007,86 km
Hasil di atas menunjukkan bahwa waktu shalat yang kita gunakan cocok dengan model bumi bulat. Nah sekarang kalau pakai model bumi datar, bagaimana ?
Kalau ada yang keliru mohon di koreksi





ternyata ada cara yg lebih mudah untuk membuktikanya...
ReplyDeletemantab nice post gan
ReplyDelete