Pidato Nelangsa
Kepada yang terhormat hati yang tak berhenti mengumbar iri dengki.
Kepada yang terhormat rintik hujan yang menepi.
Kepada yang terhormat air mata di ujung mata kanan dan kiri.
Kepada yang terhormat hadirin sekalian pemberi harapan palsu , indah nan semu
Senang sekali pada kesempatan yang berbahagia ini. Aku dikenalkan pada puja pujian yang terlihat begitu menyakinkan. Tentang hasrat yang tak terpuaskan oleh manusia berhati sempit.
Bahwasannya kita mengenal begitu banyak ajakan menuju kebahagian yang katanya abadi tapi menipu begitu banyak insan buta ilmu.
Kehadirannya di tengah tengah kita hanya mendorong manusia ke lembah terdalam dan terkelam. Karena tiada satupun ungkapan dan ucapan yang benar dan senantiasa penuh tipu muslihat.
Hadirin sekalian....
Saya mengajak para insan yang belum terundung duka untuk tetap menahan diri dan menghindari berbagai macam pujuk rayu para penyihir kata dalam balutan religius namun ambisius.
Akhir kata.
Berbahagialah dengan tetap menjadi manusia manusia yang munafik.
Kepada yang terhormat rintik hujan yang menepi.
Kepada yang terhormat air mata di ujung mata kanan dan kiri.
Kepada yang terhormat hadirin sekalian pemberi harapan palsu , indah nan semu
Senang sekali pada kesempatan yang berbahagia ini. Aku dikenalkan pada puja pujian yang terlihat begitu menyakinkan. Tentang hasrat yang tak terpuaskan oleh manusia berhati sempit.
Bahwasannya kita mengenal begitu banyak ajakan menuju kebahagian yang katanya abadi tapi menipu begitu banyak insan buta ilmu.
Kehadirannya di tengah tengah kita hanya mendorong manusia ke lembah terdalam dan terkelam. Karena tiada satupun ungkapan dan ucapan yang benar dan senantiasa penuh tipu muslihat.
Hadirin sekalian....
Saya mengajak para insan yang belum terundung duka untuk tetap menahan diri dan menghindari berbagai macam pujuk rayu para penyihir kata dalam balutan religius namun ambisius.
Akhir kata.
Berbahagialah dengan tetap menjadi manusia manusia yang munafik.





No comments for "Pidato Nelangsa"
Post a Comment